Munafik: Tentang Ideologi

“Communist until you get rich, feminist until you get married, atheist until the airplane starts falling.” ―The Hypocrite Diaries

Seorang kenalan, seseorang yang mengakui dirinya sebagai seorang anarkis dan secara serampangan pula melabeli diriku sebagai seorang anarkis, mengajakku berbincang-bincang beberapa waktu lalu.

Lima hingga sepuluh menit pertama, kami berbincang mengenai komik-komik dan film-film yang kebetulan juga kami sukai. Aku menikmatinya. Sungguh, berbincang-bincang mengenai hal kesukaanmu dengan seseorang yang memiliki kesukaan yang serupa denganmu, itu terasa menyenangkan. Lima belas menit berikutnya, ia mengaitkan pembahasan film-film tersebut dengan ide-ide anarkisme seperti misalnya, mulai membahas film V For Vendetta, yang akhirnya malah berujung alot. Revolusi, transformasi sosial, perlawanan terhadap tiran, dan pembangkangan sipil. Apapun sebutannya. Ia menyebutnya, anarkisme.

Aku bukan seorang anarkis, ujarku kepadanya. Tetapi entahlah, aku merasa bahwa ia tidak percaya saat aku mengatakan bahwa aku bukanlah seorang anarkis. Menjalin relasi pertemanan dengan mereka yang mengklaim dirinya anarkis, tidak serta merta membuatku ingin menyematkan label sebagai seorang anarkis di dadaku. Karena setelah sekian lama aku menjalani hidupku, menerima dan menimbang segala sesuatu dari setiap pengalaman yang kudapat, pada akhirnya aku menyadari, bahwa aku memiliki pemahaman yang berbeda dengan para anarkis, atau setidaknya, dari mereka yang mengaku dirinya anarkis di sekelilingku.

Mereka para anarkis yang kukenal pada umumnya menganggap anarkisme sebagai sebuah ideologi, sebagai dasar pemikiran yang menentukan nilai dalam keseharian mereka. Sedangkan aku mempercayai ucapan Althusser yang mendefinisikan ideologi sebagai sebuah ilusi, sebagai kesadaran palsu terhadap apa yang sesungguhnya nyata. Menurut Althusser, penganut ideologi yang terposisikan sebagai subjek sesungguhnya telah dibutakan oleh apa yang mereka anggap sebagai sebuah ‘kebenaran’ atau sebuah jalan yang tepat untuk mereka lalui. Dengan kata lain, mereka dibutakan bukan oleh apa yang mereka tidak ketahui, tetapi oleh apa yang mereka anggap mereka ketahui.

Ideologi adalah candu, lanjutku. Ia terbatas. Ia memiliki batasan-batasan tertentu. Masalahnya, ketika engkau sudah muak menghisap candu ideologimu, dapatkah engkau melampaui batasan ideologi yang engkau anut? Komunisme, anarkisme, feminisme, liberalisme, fasisme, ateisme, nihilisme, dan segala jenis -isme lainnya. Silakan sebut saja, apapun itu. Aku berani bertaruh, bahwa para ideolog senantiasa terperangkap dalam bayang-bayang utopis, dalam batasan nilai-nilai ideal terhadap ideologi yang mereka usung, termasuk seorang anarkis sekalipun. Lagipula, apakah hidup yang engkau jalani saat ini sudah sesuai dengan ideologi yang selama ini engkau kumandangkan, tanyaku. Kalau tidak, itu berarti engkau hanyalah seorang munafik, tambahku.

Seketika ia pun terdiam. Lalu ia menundukkan kepalanya dan dahinya perlahan mengkerut. Mungkin ia sedang berpikir keras. Tetapi entahlah, aku tak begitu peduli. Apabila menganut suatu ideologi tertentu adalah juga berarti menjadi seorang munafik secara simultan, maka dengan bangga aku menyatakan bahwa diriku tidak lagi terbelenggu dalam konsep-konsep utopis dan terbatas yang diusung oleh para ideolog di luar sana, apapun ideologi yang mereka usung, termasuk kenalanku tadi. Aku hanya berusaha jujur pada diriku sendiri.

Advertisements

18 thoughts on “Munafik: Tentang Ideologi

  1. Anarkis memang terdengar keren, namun aku tidak tahu siapa diriku atau masuk kelompok mana diriku? Masuk dalam golongan munafik mungkin, karena pikiranku selalu berubah-ubah, mengikuti hati, mengikuti si A, mengikuti nafsu, dsb. Masih mencari jati diri.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s