Semak Belukar

Pada mulanya sama sekali tidak ada jalan di tempat itu. Tak seorangpun yang pernah menginjakkan kaki di tempat itu sebelumnya.

Suatu ketika, datanglah seorang pemberani yang dengan gigihnya meretas jalan, menebang jewawut serta onak duri untuk sekedar bisa melewati tempat itu, guna melanjutkan perjalanan menuju tujuan selanjutnya.

Lalu seorang yang lain mengikuti jejak setapak yang telah ditinggalkan oleh orang pertama. Setelah itu, datanglah orang ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya, dan seterusnya, yang memperlebar dan memperindah jalan itu.

Hingga pada akhirnya tibalah generasi orang-orang pongah yang dengan lantang mengatakan bahwa jalan yang mereka lalui adalah satu-satunya jalan yang paling benar, sedangkan jalan lain yang juga sedang diretas oleh para pemberani lainnya adalah jalan yang sesat dan keliru.

Menyedihkan, bukan?

Advertisements