Kelapa Gading, Jakarta, September 2017: Omnia Mutantur Nihil Interit

“I don’t have the heart to match
The one pricked into your finger
All things made to be destroyed
All moments meant to pass”

— Against Me, FuckMyLife666

Semua orang berwajah kaku di sini. Para perempuan muda yang cantik, mengenakan celana pendek yang mengekspos paha-paha mereka. Para lelaki kekar metropolitan yang bentuk badannya dihasilkan dari ratusan jam di ruang fitness. Para pekerja kantoran yang tunduk pada alur dunia kerja yang repetitif. Para murid sekolah menengah yang masih terlalu muda dan seringkali naif. Dengan earphone yang seakan tak pernah lepas dari lubang telinga mereka. Telinga-telinga yang menolak mendengar selain hanya apa yang ingin mereka dengar. Di antara mereka aku duduk, menatap jendela lebar di hadapanku yang menampilkan citraan halte pemberhentian, orang-orang yang sibuk lalu lalang dan gelap. Setiap kali citraan di jendela menjadi gelap karena memasuki terowongan, yang hadir adalah refleksi orang-orang di sekitarku dan juga diriku sendiri.

Wajahku juga sekaku mereka kah? Aku tidak mengenakan earphone dan tubuhku juga tidak kekar. Tapi itu tidak membedakanku dari mereka di sampingku. Tidakkah kau lihat bahwa aku tak berbeda dari mereka?

Engkau seharusnya mengerti bahwa aku bukanlah seseorang yang spesial. Aku sekedar lelaki dengan usia sekitar seperempat abad. Cukup tinggi dan memiliki sedikit kelebihan lemak di perut. Dalam banyak hal aku juga tidak memiliki satupun yang dapat kukatakan sebagai spesialisasi—aku cukup mampu melakukan banyak hal, tapi tak ada satupun yang kudalami dan kupahami teramat dalam dan jauh. Tidak seperti lelaki-lelaki lain yang dapat membanggakan apa yang mereka mampu lakukan dan membuat para lelaki lain iri, membuat para perempuan kagum. Tidak. Aku lelaki biasa saja.

Tetapi selama ini aku menyimpan sebuah rahasia. Kukatakan sekarang rahasiaku. Siapapun dapat membangun tembok yang tinggi menjulang hingga menyentuh langit untuk mengurungku, mengekang perasaanku, tapi aku selalu menemukan cara untuk terbang melewatinya. Siapapun dapat berusaha untuk mendorongku hingga jatuh dengan ratusan ribu tangan kekar yang kuat, tapi aku akan selalu menemukan cara untuk tetap bangkit.

Aku tidak memperlakukan siapapun dengan teramat baik, juga tidak dirimu. Aku bukan orang suci seperti Gandhi atau Bunda Teresa. Siddharta atau Dalai Lama. Aku tidak seperti yang selama ini banyak orang kira. Aku hanyalah seorang lelaki yang begitu rapuh kala patah hati. Seorang yang konyol dan seringkali tolol karena terlalu banyak tenggelam dalam alkohol. Pendek kata, aku sama sekali bukanlah seseorang yang spesial.

Ada banyak orang-orang lain di luar sana seperti diriku. Jauh lebih banyak dari yang siapapun kira. Orang-orang yang menolak untuk berhenti percaya. Orang-orang yang pernah terbang dan menolak untuk kembali menginjak bumi. Orang-orang yang pernah membiarkan hatinya terbuka dan menjadi sasaran mudah untuk dihancurkan. Orang-orang yang pernah menerima intensitas cinta dan juga patah hati, tapi tak hendak berhenti hanya karena terlalu takut untuk terluka lagi.

Seperti sebuah kapal yang menerima dirinya sebagai sekedar kapal—karena tempat teraman bagi sebuah kapal adalah dermaga, ia tak akan tergores ombak, tak akan dihantam badai, tapi apa guna sebuah kapal apabila ia hanya bersandar di dermaga selamanya? Bahkan Titanic dikenang bukan karena ukurannya, melainkan karena ia mengarungi samudera dan tenggelam karenanya. Seperti Ikarus, seperti pesawat ulang-alik Challenger, seperti balon udara Hindenburg. Seperti segala sesuatu yang hanya bermakna kala ia benar-benar hancur pada akhirnya.

Aku mencintaimu. Ingat selalu hal tersebut. Tidak ada siapapun yang dapat merebut rasa tersebut dariku. Tidak juga dirimu. Tidak juga siapapun. Tak akan pernah ada.

Advertisements

6 thoughts on “Kelapa Gading, Jakarta, September 2017: Omnia Mutantur Nihil Interit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s